T32 Hybrid, Sistem Fleksibel X-Trail Hybrid





Seperti mobil hibrida lainnya, X-Trail Hybrid memiliki 2 sumber penggerak (powertrain). Satu mesin bakar dan satu motor listrik. Mesin bakar berasal dari unit MR20DD yang serupa dengan milik X-Trail 2.0. Mesin 1.997 cc 4-silinder ini mampu membangkitkan daya 147 dk dengan torsi 206 Nm.

Sementara motor listrik merupakan dapur pacu elektris yang sanggup melecut 42 dk dengan padanan torsi 160 Nm. Lebih kecil memang, tapi sebagaimana motor listrik, semua output itu sudah muncul sejak 0 rpm. Sedangkan baterai yang digunakan adalah Lithium-ion (Li-ion) berkapasitas 35 kW.

Sampai di sini spesifikasi X-Trail Hybrid relatif mirip dengan kebanyakan mobil hybrid lain. Lantas di mana keunikannya? Nissan menyebut sistem hibrida pada X-Trail Hybrid adalah sistem yang fleksibel. Sistem bernama T32 Hybrid ini dibangun dengan beberapa elemen yang mampu mendukung fleksibilitas itu.

Lalu-lintas energi yang terkesan rumit itu kemudian dibuat dengan komponen fisik yang sangat simpel. Nissan menyebutkan betapa kompaknya mesin, motor listrik dan transmisi membuat sistem hibrida ini juga bisa diterapkan di mobil lain seperti sedan atau mobil berukuran lebih kecil.

Selain penggerak 2 roda, sistem hybrid ini juga bisa dipakai oleh mobil berpenggerak semua roda (AWD) atau empat roda (4WD)

Baterai pun bisa diletakkan di beragam tempat. Untuk X-Trail Hybrid, letaknya di kabin belakang. Tak heran jika X-Trail Hybrid tidak memiliki bangku baris ketiga. Tapi enaknya, karena dimensinya yang tidak besar membuat kapasitas kargo tetap bisa mencapai 400 liter.

Nissan juga mengatakan sistem hybrid ini juga bisa dipakai pada model plug-in yang baterainya bisa diisi melalui sistem pengisian daya eksternal.