Kembalinya Olahraga Otomotif ke Tanah Swiss


Sumber: hautehorlogerie.org

Sejak tahun 1955, reli atau olah raga otomotif dilarang di Swiss. Namun, sejak beberapa hari yang lalu, larangan tersebut nampaknya akan segera dicabut.

Semua bermula pada tanggal 11 Juni 1955, saat mobil balap Mercedes-Benz yang dikemudikan Pierre Lavegh di ajang reli 24 Hours Le Mans menabrak tepian jalur pacu. Kecelakaan nahas tersebut menewaskan 83 penonton dan Lavegh sendiri.

Kejadian itu bahkan menyebabkan tim Mercedes mengundurkan diri dari ajang Formula One musim tahun 1955. Parahnya, kecelakaan tersebut membuat adanya larangan untuk sebuah olahraga motorsports di negara Swiss.

Sejarah terjadi tahun 2015 ini, saat beberapa hari yang lalu. Pembalap wanita terkenal asal negara tersebut, Simona de Silvestro mengendarai mobil balap Spark-Renault SRT_01E, kendaraan yang akan digunakan dalam ajang FIA Formula E tahun 2014/2015, di jalanan ibu kota Swiss, Genewa. Aksi bersejarah de Silvestro ini rupanya sebagai tanda akan kembalinya olahraga otomotif di Swiss.

Meski begitu, olahraga otomotif yang boleh dilakukan di Swiss hanya sebatas kendaraan balap elektrik di kejuaraan Formula E. Setidaknya, untuk saat ini.

Simona de Silvestro sendiri selama ini terpaksa harus mengejar karir balap di luar negaranya. Ia bahkan sempat naik podium pada beberapa seri balap IndyCar. Kini, de Silvestro bahkan mempunyai 'hubungan' yang serius dengan tim F1 Sauber.

0 komentar:

Posting Komentar