Mata Katarak Pada Anak Karena Infeksi TORCH


Mata Katarak | Pengobatan Katarak
Sumber: tupbebek-istanbul.com

Mata katarak cenderung diderita oleh orang lanjut usia, namun beberapa kasus katarak juga menimpa kelompok muda, termasuk bayi. Hanya saja terdapat perbedaan faktor risiko terjadinya mata katarak pada orang dewasa dan bayi. Umumnya, katarak dapat terjadi akibat infeksi yang dialami sang ibu selama masa kehamilan.

Selama masa kehamilan, infeksi dapat menyebar dari sang ibu ke janinnya yang tengah berkembang. Indentifikasi dini dan pengobatan infeksi ini pada anak baru lahir sangatlah penting. Perawatan pranatal meliputi berbagai tes, termasuk tes infeksi TORCH. Bahkan, tes TORCH juga harus dilakukan pada bayi yang baru lahir.

TORCH merupakan singkatan dari toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, herpes simplex dan HIV. Terkadang, tes ini juga mencakup tes untuk sifilis, makanya disebut tes TORCHS. Melakukan tes TORCHS dapat mengurangi risiko pengobatan katarak dan pengobatan gangguan kesehatan lainnya pada anak di kemudian hari.

1. Toksoplasmosis adalah parasit yang biasanya memasuki tubuh melalui mulut. Konsumsi daging mentah, telur mentah, dan paparan kotoran kucing mungkin menjadi penyebab seseorang mengalami toksoplasmosis.

2. Rubella, dikenal juga dengan nama campak Jerman, di mana virus dapat menyebabkan ruam kemerahan. Jika janin terkena virus, maka anak bisa mengalami cacat lahir yang serius.

3. Herpes simplex biasanya ditularkan dari ibu ke janin saat persalinan, namun bisa juga janin terinfeksi di dalam rahim.

4. CMV (Cytomegalovirus) merupakan bagian dari kelompok virus herpes. Pada orang dewasa, gejalanya mirip dengan flu, tetapi dalam perkembangan janin dapat menyebabkan gangguan pendengaran, epilepsi dan retardasi mental.

5. HIV merupakan virus yang menyebabkan AIDS. Hingga saat ini, belum ditemukan obat untuk HIV.

0 komentar:

Posting Komentar