Hindari Makanan-makanan Berikut Setelah Operasi Lasik


Sumber: michiganlasik.com

Pengaturan pola makan dan diet berlaku pada proses pemulihan dan pengobatan apapun. Tak terkecuali, pada masa pemulihan setelah melakukan operasi Lasik mata. Menghindari jenis-jenis makanan ini memang akan terasa sangat berat, tapi bila dilakukan dengan komitmen, hasil operasi Lasik yang sempurna dan sukses sudah menunggu. Berikut ini adalah beberapa zat dan makanan yang harus dihindari setelah seseorang melakukan operasi Lasik mata.

Makanan yang mengandung banyak Asam Lemak Trans
Makanan-makanan dengan kadar Asam Lemak Trans tinggi seperti goreng-gorengan, mentega dan junk food harus bener-benar dijauhkan dari seseorang yang baru saja melakukan operasi Lasik mata ataupun kasus-kasus masalah penglihatan lainnya. Untuk beberapa waktu, menjauhlah dari makanan yang digoreng, cookies dan kue-kue dengan tumpukan krim.

Kurangi penggunaan garam dan bumbu rempah-rempah
Mengkonsumsi makanan dengan terlalu banyak kadar rempah-rempah dan garam setelah melakukan operasi Lasik ternyata dapat menambah resiko komplikasi pada mata.

Gula-gula dan roti
Setelah melakukan operasi Lasik, untuk sementara menjauhlah dari makanan-makanan manis dengan kadar gula berlebih. Bagaimanapun, gula berlebih memang terbukti buruk untuk kesehatan mata. Hindari dulu konsumsi gula-gula, roti, permen, dan coklat selama setidaknya 3 bulan setelah operasi Lasik.

Makanan-makanan yang Bagus Dikonsumsi Setelah Operasi Lasik


Sumber: organichealthadviser.com

Proses operasi Lasik mata mungkin hanya berlangsung kurang dari setengah jam, tapi sebenarnya yang tak kalah penting adalah proses pemulihan fisik dan mata setelah operasi. Hal tersebut dikarenakan fase pemulihan ini membutuhkan kesabaran dan dedikasi tinggi dari pasien untuk terus mengikuti saran-saran ahli bedah mereka, menghindari kegiatan fisik berat selama beberapa minggu, serta tidak pernah melewatkan sesi konsultasi setelah operasi.

Salah satu cara lainnya untuk mempercepat proses pemulihan setelah operasi Lasik mata adalah dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung nutrisi bagus untuk mata. Apa saja kira-kira nutrisi dan makanan tersebut?

Protein
Protein mengandung Asam Amino yang dapat membantu penyembuhan luka dan regenerasi jaringan. Bahan makanan yang baik dalam memproduksi protein adalah daging unggas, ikan, telur, produk susu rendah lemak, kacang lentil, buncis, dan kacang-kacangan. Minyak ikan perairan dingin juga baik karena mengandung zat Omega 3 yang bagus untuk meningkatkan penglihatan. Omega 3 juga membantu menambah lapisan cairan dalam mata sehingga menjaga mata tidak terlalu kering setelah operasi Lasik. Sementara bagi vegetarian, minyak biji rami menjadi yang disarankan sebagai alternatif minyak ikan.

Vitamin
Unsur vitamin terbaik untuk pemulihan Lasik adalah vitamin A dan C karena kemampuan mereka untuk membantu pengobatan luka. Selain dapat dikonsumsi dalam bentuk pil, kedua vitamin tersebut juga banyak didapat dari sayuran-sayuran daun berwarna hijau gelap, kentang manis, wortel, serta pada buah-buahan seperti jeruk lemon, paprika manis dan tomat.

Karbohidrat
Zat ini adalah sumber energi bagi tubuh dan otak. Pilihlah sumber karbohidrat dengan serat yang baik seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian (kecuali yang berwarna putih maupun yang olahan), kacang, dan kacang polong.

Lemak
Jangan takut dulu dengan kata lemak. Lemak tetap ada yang baik bagi tubuh dan bisa didapat pada buah alpukat, olive oil dan kacang-kacangan. Lemak baik ini, jika dikonsumsi sesuai anjuran ahli, bisa meningkatkan kekebalan tubuh yang membantu proses pemulihan setelah operasi Lasik.

Tips Memilih Tempat Lasik Terpercaya


Sumber: grouponcdn.com

Bagi Anda yang memang berniat untuk melakukan operasi Lasik mata, memilih tempat untuk melakukan prosedur operasi laser mata tersebut bisa jadi merupakan salah satu keputusan medis paling penting yang Anda jalani. Pilihlah tempat Lasik yang mempunyai reputasi bagus soal kepuasan pasien/konsumen dan dengan ahli-ahli bedah mata yang berpengalaman serta bersertifikat.

Karena tak semua tempat operasi mata Lasik mempunyai kesamaan, maka berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa membantu Anda dalam memilih tempat melakukan operasi laser mata Lasik:

- Kebersihan
Apakah semua fasilitas di tempat tersebut bersih? Sebuah klinik mata dengan reputasi bagus dapat dipastikan selalu rapi, bersih dan higienis.

- Peralatan
Teknologi apa yang digunakan oleh para ahli bedah mata di tempat itu? Apakah Anda tetap punya beberapa pilihan tipe Lasik berdasarkan teknologi yang mereka punyai tersebut?

- Staf yang friendly dan profesional
Mulai dari para resepsionis hingga ke ahli-ahli bedah sudah sepantasnya dipilih yang berkelakuan baik dan membantu. Carilah tempat dengan staf-staf yang mau peduli serta bekerja untuk segala jadwal dan kondisi finansial Anda.
   
- Hubungan dengan dokter mata Anda
Apakah para ahli bedah mata di tempat tersebut mau dan mampu bekerjasama dengan dokter mata pribadi Anda, baik sebelum operasi Lasik maupun sesudahnya?

- Kepuasan pasien/konsumen
Bagaimana rating kesuksesan operasi Lasik di klinik/rumah sakit mata tersebut?

- Perbaikan dan penambahan setelah operasi
Apakah perbaikan (adjusment) setelah proses operasi Lasik dapat dilakukan di tempat tersebut? Ingatlah selalu bahwa hasil Lasik kadang bervariasi untuk tiap individu, sehingga penyesuaian penglihatan untuk beberapa orang kadang bisa terjadi di masa depan. 

- Hasil operasi dan pelayanan setelah operasi
Apakah tempat operasi Lasik tersebut menawarkan komitmen seumur hidup dari hasil yang ada, termasuk beberapa penyesuaian tanpa adanya biaya tambahan? Karena beberapa kasus operasi Lasik memiliki keunikannya masing-masing, pastikan Anda sering mendiskusikan masalah ini terlebih dahulu dengan ahli bedah mata di tempat pilihan Anda.

Lasik Terbukti Aman untuk Ibu Menyusui


Sumber: healthyadviceguide.com

Lasik mata adalah sebuah prosedur operasi menggunakan laser untuk memperbaiki penglihatan seseorang agar dapat melihat lebih baik tanpa bantuan kacamata atau contact lens. Meski telah banyak kisah kesuksesan dan keampuhan Lasik baik dari dalam maupun luar negeri beredar di sekitar kita, aman tidaknya operasi mata Lasik untuk para kaum ibu yang sedang menyusui menjadi pertanyaan yang selalu muncul. Bagaimana sebenarnya hubungan antara Lasik dengan ibu menyusui?

Pada kenyataannya, para ahli berpendapat bahwa Lasik aman untuk diterapkan pada ibu menyusui. Setelah seseorang melakukan operasi Lasik, mereka akan diberikan beberapa resep obat penawar rasa sakit ringan oleh ahli bedah. Yang harus diperhatikan adalah, minumlah obat-obat tersebut sehabis proses menyusui dilakukan, lalu lanjutkan dengan susu formula atau Air Susu Ibu (ASI) yang telah dipompa terlebih dahulu. Proses menyusui dapat kembali dilakukan pada keesokan harinya.

Biasanya, pasien juga akan diberikan beberapa jenis obat tetes mata setelah melakukan operasi Lasik. Untuk menghindari obat tetes mata tersebut masuk pada aliran darah, para ibu menyusui bisa menutup kanal air mata saat menggunakan obat tetes tersebut. Caranya cukup mudah, tekanlah bagian dalam sudut mata selama sekitar 60 detik setelah obat mata diteteskan. Namun, jangan khawatir bila kebetulan cara ini tidak atau lupa dilakukan karena dosis yang ada di obat tetes mata tersebut sebenarnya sangat minim untuk bisa sampai terbawa pada aliran darah serta Air Susu Ibu (ASI).

Hal-hal Utama yang Harus Dilakukan Setelah Operasi Lasik


Sumber: johngoosey.com

Setelah operasi Lasik sukses dilakukan, penglihatan seseorang akan segera membaik biasanya hanya dalam waktu 24 jam. Setelah itu, seseorang dapat kembali beraktifitas tanpa harus bergantung dengan kacamata maupun contact lens.

Namun meski demikian, ada beberapa hal yang tetap harus seseorang perhatikan setelah sukses melakukan operasi Lasik. Setidaknya ada 13 hal penting yang harus diperhatikan setelah operasi Lasik sukses dilakukan. Hal-hal tersebut adalah:


  • Tidurlah setelah melakukan operasi Lasik
  • Disiplin menggunakan obat-obat yang didapat dari ahli bedah Lasik
  • Hindari menyentuh dan mengucek mata selama kurang lebih 2 minggu
  • Gunakan pelindung mata saat tidur
  • Pakai kacamata hitam saat keluar rumah di siang hari
  • Usahakan untuk libur beberapa hari dari pekerjaan
  • Lanjutkan kegiatan sehari-hari secara bertahap
  • Sebisa mungkin jangan mengemudikan kendaraan setidaknya sampai 2 hari setelah operasi Lasik
  • Hindari dahulu make-up untuk mata selama kurang lebih 1 minggu
  • Jangan berenang dahulu selama 2 minggu sehabis melakukan Lasik
  • Saat mandi, hindari penggunaan shower selama kira-kira 2 minggu
  • Tetap datang secara teratur dan disiplin ke sesi konsultasi setelah operasi Lasik dengan ahli bedah yang bersangkutan
  • Hubungi dokter Lasik mata segera jika merasa ada masalah

Waspadai Bahaya Katarak pada Anak


Sumber: drkronwith.com

Pada beberapa anak, operasi untuk menghilangkan Katarak yang menyebabkan hilangnya penglihatan, sangatlah penting untuk mencegah kebutaan permanen. Hal ini terkait langsung dengan periode terpenting pada proses perkembangan penglihatan anak yang berlangsung sejak lahir hingga usia 3 bulan. Makin cepat gelajanya diketahui dan pengobatan Katarak dilakukan, makin cepat pula penglihatan seorang anak terlindungi.

Balita dan bayi mempunyai resiko tertinggi (hampir 100%) untuk mengalami keburaman pada bagian lensa mata pada operasi Katarak. Saat seorang anak menderita Katarak yang mengakibatkan hilangnya penglihatan pada kedua matanya, proses operasi pada salah satu mata berikutnya harus dilakukan pada beberapa minggu sesudah proses operasi mata yang pertama. Hal ini untuk mengurangi resiko komplikasi muncul pada kedua mata secara bersamaan.

Akibat perbedaan kondisi antara lensa mata anak-anak dengan orang dewasa, beberapa ahli bedah mata tidak menggunakan lensa mata buatan saat operasi Katarak. Mereka biasanya menggunakan contact lens untuk mengganti lensa mata yang diambil. Jika operasi Katarak bisa ditunda sampai anak berumur 1 atau 2 tahun, penanaman lensa mata buatan mungkin bisa dilakukan. Meski begitu, ada kalanya proses operasi Katarak pada anak tak bisa ditunda-tunda karena besarnya resiko terserang penyakit Mata Malas hingga hilangnya penglihatan secara total (kebutaan).

Seputar Operasi Mata Katarak


Sumber: cedarvalleyeyecare.com

Saat lensa mata seseorang menjadi buram dan penglihatan meredup, itulah yang disebut dengan Katarak. Kebanyakan kasus Katarak terjadi seiring bertambahnya usia seseorang. Beberapa kasus, meski jarang, juga terjadi akibat cedera fisik serta pengaruh bahan kimia dan obat-obatan tertentu. Untuk mengembalikan performa penglihatan seseorang akibat Katarak, peran operasi mata Katarak menjadi sebuah hal yang cukup penting.

Dalam operasi Katarak, lensa mata yang telah buram karena proses penumpukan protein dibersihkan atau diangkat dan diganti oleh lensa buatan manusia yang biasa disebut IOL (Intraocular Lens). Sebuah proses operasi Katarak biasanya berlangsung kurang dari 1 jam, sehingga pasien tidak perlu dirawat inap. Operasi Katarak juga sangat minim rasa sakit. Mata yang dioperasi akan diperban selama 1 malam setelah operasi. Pasien juga akan menggunakan sebuah pelindung mata saat malam hari selama kurang lebih 1 minggu.

Menurut penelitian, hampir 98% operasi Katarak berlangsung aman tanpa komplikasi serius tiap tahunnya. Namun begitu, meski jenis operasi ini tergolong sangat aman, ada baiknya Anda tetap berkonsultasi tentang segala hal mengenai operasi Katarak dengan ahli bedah mata profesional.

Apa Sesungguhnya Katarak Itu?


Sumber: medicinenet.com

Katarak adalah meredupnya kemampuan lensa mata. Penyakit ini menyebabkan menurunnya kemampuan penglihatan menjadi buram dan kabur seiring bertambahnya usia. Katarak terjadi akibat penumpukan protein yang menghalangi dan mengurangi masuknya cahaya pada lensa mata. Hal tersebut dikarenakan sel-sel lama lensa mata menumpuk di tengah lensa hingga menjadi penghalang cahaya yang masuk.

Sebenarnya Katarak adalah sebuah hal yang wajar, terutama bila terjadi sesuai dengan proses makin bertambahnya usia seseorang. Katarak adalah sebuah penyakit mata yang amat lazim terjadi pada usia lanjut. Meski begitu, operasi menghilangkan Katarak dari mata untuk kembali mengoptimalkan kemampuan penglihatan umumnya aman dan efektif.

Operasi untuk mata Katarak sudah seharusnya dilakukan apabila menurunnya kemampuan penglihatan akibat penyakit ini mulai mengganggu kehidupan para penderitanya.

Selebriti-selebriti Ini Sudah Membuktikan Keampuhan Lasik


Sumber: abbott.com

Keampuhan operasi Lasik mata di Tanah Air saat ini semakin terbukti untuk banyak kalangan. Tak terkecuali, para selebriti dan sosialita lokal yang mendambakan kebebasan penglihatan dalam beraktifitas, terutama untuk padatnya kegiatan sehari-hari mereka. Berikut ini adalah beberapa selebriti dan sosialita Tanah Air yang telah membuktikan sendiri keampuhan operasi mata Lasik.

  • Agni Pratistha (Puteri Indonesia 2007)
Puteri Indonesia tahun 2007 ini tak mengira kalau ternyata operasi Lasik berjalan cepat dan nyaris tanpa rasa sakit. Menurut pengalaman Agni, kebetulan saat itu ia dioperasi menggunakan mesin baru yang lebih presisi, lebih nyaman dan bahkan sangat cepat karena hanya butuh waktu sekitar 10 detik! Agni sekarang tak perlu lagi menggunakan kacamata di dalam aktifitasnya.

  • Aline Tumbuan (model dan presenter)
Wanita seksi ini menuturkan kalau ia telah memakai kacamata bahkan sejak umur 6 tahun. Saat duduk di bangku SMP dan penglihatannya makin memburuk, Aline mulai menggunakan contact lens untuk kegiatan sehari-harinya. Saat ia akhirnya dioperasi dengan iLasik dan merasakan sendiri hasilnya, Aline benar-benar terkejut dan merasa seharusnya ia melakukannya sejak dahulu. Kini, Aline mengaku hidupnya lebih mudah dan yang paling menyenangkan buatnya adalah saat ia bangun tidur, penglihatannya tak lagi buram dan tidak perlu lagi sibuk mencari dimana kacamata.

  • Lola Amaria (artis dan sutradara)
Sosok eksentrik Lola Amaria mengaku sempat bermasalah pada mata dan penglihatannya. Setelah berkonsultasi dan mendapat berbagai saran dari dokter ahli Lasik, Lola akhirnya melakukan operasi Lasik yang menurutnya berjalan dengan cepat, tanpa obat bius macam-macam dan aman.

  • Lucy Wiryono (presenter)
Kisah lucu sempat dialami Lucy sebelum melakukan operasi Lasik. Ia dianggap "sombong" oleh beberapa teman dan koleganya karena tak pernah membalas saat disapa dari jauh. Padahal sebenarnya, Lucy hanya kesulitan untuk melihat objek jarak jauh tanpa kacamata, sehingga tidak yakin siapa yang menyapanya. Kebetulan, Lucy juga mengaku malas untuk pakai kacamata setiap saat. Pengalaman operasi Lasik-nya hanya berlangsung selama kurang lebih 15 menit, dan ia lumayan terkejut dengan keampuhannya. Kocaknya lagi, Lucy mengaku sempat norak ketika setelah operasi Lasik, dimana ia membaca semua iklan dan tulisan yang telah bisa dilihatnya dari jauh.

Beberapa Tips Setelah Melakukan Operasi Lasik


Sumber: omnieye.ca

Bagi Anda yang sudah pernah melakukan operasi Lasik dan bisa bebas beraktifitas tanpa memakai kacamata lagi, berikut ini adalah beberapa pedoman umum sebelum Anda kembali melakukan aktifitas normal sehari-hari:

  • Jangan mengemudikan kendaraan sampai dokter bedah Anda memeriksa penglihatan Anda dan menegaskan aman bagi Anda untuk kembali mengemudi. Biasanya ketajaman visual Anda akan diperiksa sehari setelah operasi. 
  • Ambil libur singkat dari pekerjaan. Penglihatan Anda mungkin cukup untuk kembali bekerja sehari setelah operasi Lasik, tapi kemungkinan mata Anda akan sensitif terhadap cahaya dan mudah lelah untuk setidaknya beberapa hari. Beri diri dan mata Anda istirahat singkat dari pekerjaan jika memungkinkan. 
  • Biasanya Anda dapat kembali melakukan olahraga non-kontak fisik (golf, jogging, dll), tiga atau empat hari setelah operasi. Cobalah untuk menjaga mata Anda dari keringat selama setidaknya satu minggu. 
  • Jauhkan air dari mata Anda setidaknya dua minggu. Hati-hati ketika mandi.
  • Hindari kolam renang, bak air panas, danau, air laut, dll, selama dua sampai tiga minggu. 
  • Hindari olahraga kontak fisik selama setidaknya satu bulan setelah operasi Lasik. Untuk olahraga dengan risiko cedera mata tinggi (misalnya, basket dan badminton) sebaiknya memakai kacamata olahraga sebagai pelindung. 
Selain beberapa pedoman di atas, hal penting yang harus selalu diingat ketika sudah kembali ke rutinitas normal Anda adalah menyadari bahwa Anda sudah tidak memakai kacamata lagi setelah operasi Lasik, sehingga mata Anda lebih rentan terkena debu, asap, dan hal-hal lainnya.

Kelebihan Laser Mata Lasik


Sumber: mercola.com

Operasi laser mata Lasik adalah prosedur laser mata yang paling umum untuk memperbaiki masalah penglihatan. Lasik sendiri adalah singkatan untuk "Laser In-situ Keratomileusis". Lasik mata lazimnya digunakan oleh orang yang memiliki rabun dekat, rabun ayam, rabun jauh, atau astigmatisme (silindris). Namun selayaknya sebuah proses pengobatan lainnya, Lasik mungkin tidak cocok untuk orang dengan resep lensa yang berat, seperti rabun dekat dengan level tinggi.

Operasi laser mata Lasik memiliki banyak manfaat, diantaranya:

  • Telah terbukti bekerja untuk memperbaiki penglihatan dalam banyak kasus. 
  • Operasi laser mata Lasik minim rasa sakit. 
  • Penglihatan bisa segera normal dan membaik, setidaknya sehari setelah operasi laser mata Lasik dilakukan. 
  • Proses pemulihan cepat dan biasanya tidak ada perban atau jahitan yang diperlukan setelah operasi laser mata Lasik. 
  • Penyesuaian dapat dilakukan bahkan sesudah bertahun-tahun setelah operasi laser mata Lasik diambil. 
  • Setelah operasi laser mata Lasik, kebanyakan pasien tidak memerlukan kacamata korektif lagi.

Lalu apa efek samping potensial dari operasi laser mata Lasik? Beberapa pasien sempat mengalami rasa tidak nyaman di 24 sampai 48 jam setelah operasi. Efek samping lain, meskipun kasusnya tergolong sangat jarang, adalah:

  • Silau berlebih. 
  • Melihat lingkaran cahaya di sekitar objek 
  • Kesulitan mengemudi di malam hari 
  • Fluktuasi penglihatan 
  • Mata kering

Kenali Gejala-gejala Katarak Sejak Dini


Mata Katarak | Pengobatan Katarak
Sumber: www.auuuu.org
Ketika mata mengalami katarak, lensa mata akan menjadi berawan dan cahaya tidak bisa masuk ke dalam retina. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur. Mata katarak biasanya terjadi karena berkaitan dengan penuaan. Tetapi, katarak juga dapat terjadi akibat faktor keturunan, penyakit, obat-obatan atau cidera. Meskipun jarang, katarak juga bisa mempengaruhi anak-anak dan remaja. Lantas, apa saja tanda-tandanya?

1. Penglihatan kabur, ganda atau seperti ada bayangan awan atau asap. Noda putih yang semakin berkembang di lensa makan akan menyebabkan  seseorang kesulitan untuk melihat sebuah objek, sulit melihat di malam hari, bahkan bisa mengalami kebutaan.

2. Sensitif terhadap cahaya. Mata akan semakin sentisif karena ketidakmampuan retina menerima cahaya dan lensa mata yang tidak dapat mfokuskan cahaya untuk dikirim ke retina.

3. Resep kacamata berubah dan penambahan minus tidak cukup membantu. Para penderita katarak bisa mengganti alat bantu membaca hingga dua kali dalam sebulan. Belum lagi, mereka membutuhkan cahaya terang untuk membaca atau melakukan aktivitas lainnya.

Mitos VS Fakta Seputar Katarak


Mata Katarak | Pengobatan Katarak
Sumber: auuuu.org

Pernahkah Anda mengalami penglihatan kabur, seperti terdapat kabut yang menghalangi untuk melihat? Atau, apakah Anda memerlukan pencahayaan yang terang untuk membaca? Hati-hati, itu semua adalah gejala umum penyakit mata katarak.

Katarak merupakan perubahan lensa mata yang sebelumnya jernih menjadi keruh. Akibatnya, penderita mata katarak kesulitan utnuk melihat dengan jelas. Di Indonesia, jumlah penderita katarak cukup tinggi. Sayangnya, karena ketebatasan informasi, banyak orang yang tak melakukan operasi katarak. Yuk, kenali mitos dan fakta seputar mata katarak.

Mitos: Membaca terlalu dekat dapat menyebabkan atau memperburuk katarak.
Fakta: Katarak tidak disebabkan bagaimana Anda menggunakan mata Anda. Umumnya, katarak terjadi karena penuaan.

Mitos: Operasi katarak cukup lama.
Fakta: Operasi katarak merupakan salah satu bentuk pengobatan katarak yang aman dan menjadi prosedur yang paling dilakukan, dengan tingkat kesuksesan mencapai 95 persen. Tentu saja, sebelum melakukan operasi, pasien akan diberitahu risiko yang mungkin akan terjadi. Tapi, pasca operasi, Anda langsung dapat melakukan aktivitas normal ketika perban di mata dilepaskan.

Mitos: Operasi katarak harus menunggu kataraknya matang.
Fakta: Pernyataan itu mungkin berlaku saat dulu. Namun kini, pengobatan katarak sudah menggunakan prosedur modern, di mana siapa pun bisa melakukan operasi katarak secepatnya ketika merasa penglihatan mulai kabur dan menganggu kualitas hidup.

Mitos: Katarak hanya dialami orangtua.

Fakta: Katarak memang banyak dialami oleh orang yang berusia 65 tahun ke atas, namun katarak kini juga bisa diidap oleh kaum muda. Umumnya, munculnya katarak disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti diabetes, pengobatan tertentu, dan masalah mata lainnya. Dalam beberapa kasus, gangguan mata katarak bisa karena bawaan dari lahir (katarak congenital).

Mitos: Katarak menular
Fakta: Katarak dapat terjadi di salah satu mata atau bahkan keduanya. Namun, katarak tidak menular dari satu orang ke orang lain.

Mitos: Proses penyembuhan katarak sangat lama.

Fakta: Operasi katarak sangat mudah dan cepat dilakukan. Kebanyakan pasien langsung bisa memiliki penglhatan 20/20 di keesokan harinya. Sekitar 62 persen pasien mengaku puas dengan hasilnya.