Perbedaan SEO dan PPC


Digital Agency | Digital Agency di Jakarta | Creative Digital Agency di Indonesia
Sumber foto: inseomarketing.com

Ada banyak cara untuk mempromosikan website Anda. Namun, ada dua teknik yang populer, yaitu SEO (search engine optimization) dan PPC (pay per click). Kedua strategi ini dirancang untuk mengarahkan pengguna internet ke website Anda.

Umumnya, digital agency memiliki service SEO maupun PPC. Sebelum pelaku bisnis menjatuhkan pilihan untuk menggunakan salah satu atau justru kedua strategi ini, mintalah penjelasan detail kepada digital agency yang Anda percaya. Baiklah, sedikit kita kupas mengenai PPC dan SEO yuk.

SEO adalah suatu teknik untuk mengoptimalkan website dan konten web di mesin pencari. Dengan bantuan SEO, website Anda bisa muncul di halaman pertama Google. Tahukah Anda bahwa 75 persen pengguna internet cenderung hanya mengklik link atau situs yang berada di halaman pertama dari hasil pencarian di Google.

Nah, jika website Anda tidak muncul di halaman pertama pada saat pengguna internet mengetik sebuah keyword yang berhubungan dengan produk Anda, maka artinya 75 persen pengguna internet tidak akan menemukan website Anda. Jika website Anda saja susah ditemukan, bagaimana calon pelanggan bisa tahu mengenai produk atau jasa yang ditawarkan dan bagaimana Anda bisa meraup keuntungan nantinya? Perusahaan yang serius ingin meningkatkan penjualannya tentu siap menginvestasikan dana untuk SEO. Selain itu, pelaku bisnis tak perlu lagi membayar apapun dan website bisa cukup optimal meskipun setelah beberapa bulan tak lagi menggunakan SEO.

Sementara PPC atau iklan online berbayar per klik memungkinkan situs dan link website Anda muncul di halaman Google ketika pengguna internet melakukan pencarian menggunakan keyword yang sudah ditetapkan sebelumnya. Setiap iklan memiliki harga berbeda-beda yang ditentukan oleh pihak Google, dan setiap klik pada link Anda di mesin pencari, maka Anda diharuskan membayar sesuai harga yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Oiya, harga keyword tergantung pada seberapa populernya di mesin pencari. Misalnya, pelaku bisnis yang bergerak dibidang asuransi ingin menggunakan keyword "asuransi" yang saat ini harganya sekitar 3.000 rupiah di Google Adwords. Berarti, jika ada 10 klik dari pengguna internet dalam satu hari, berarti Anda harus membayar 30.000 rupiah.

0 komentar:

Posting Komentar